Kasus bos judi online Kota Medan, Apin BK, ditunda lagi di Pengadilan Negeri Medan pada Senin (12/6/2023). Sidang ini ditunda untuk kedua kalinya sejak pekan lalu. Dalam persidangan, Felix Ginting, Jaksa Penuntut Umum, menyatakan bahwa alasan penundaan adalah karena mereka belum menyelesaikan berkas tuntutan. Felix mengatakan, "Saya mohon izin ketua majelis, berhubung kami belum juga siap, kami memohon di hari Kamis (15/6/2023) majelis."
Dalam hal permintaan jaksa, Ketua Majelis Hakim Dahlan menegaskan bahwa ini akan menjadi kesempatan terakhir sidang tuntutan ditunda. "Jika Kamis tidak ada lagi tunda, jadi Kamis positif," katanya. "Jadi untuk memperoleh tuntutan yang baik itu, kita harus benar-benar (teliti) supaya tuntutan itu terukur," kata Jaksa Felix saat diwawancarai setelah sidang. Jaksa Felix mengatakan bahwa bekas belum siap karena pihaknya masih mempertimbangkan tuntutan terbaik untuk Apin BK.
Sebaliknya, jaksa menegaskan bahwa mereka tidak ingin membuat tuntutan yang terlalu gegabah karena ratusan bukti yang ditunjukkan selama persidangan. "Contohnya barang bukti banyak, ada sekitar 150 kurang lebih, ini harus dipilah-pilah, jangan nanti di kemudian hari (ada masalah), untuk menentukan yang terbaik kita harus betul-betul detail," kata Felix.
Apin sebelumnya dijerat tindak pidana perjudian dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam dakwaan. Apin mengalami masalah pada November 2021. Pada awalnya, Apin dan terdakwa Niko Prasetia, Eric Willian, Didi, Charles, dan Hartanto Sugeng mendirikan tempat perjudian online.
Sebagai bagian dari Kompleks Pergudangan Krakatau Multi Center (KMC) di Medan, lokasinya sangat strategis. Tempat itu memiliki 19 ruangan yang digunakan untuk mengatur perjudian. Bersama dengan terdakwa Niko Prasetia, yang bertindak sebagai pemegang saham dan Eric William, yang bertindak sebagai pemimpin, Apin BK mengoperasikan situs web judi online. Apin mendapat keuntungan antara 20 juta dan 75 juta rupiah setiap bulan sebagai pemilik server judi yang menawarkan permainan slot, kasino, spot, dan permainan lainnya di internet kepada terdakwa Charles (yang belum ditangkap), Niko Prasetia, dan Eric William.
Sebagai bagian dari Kompleks Pergudangan Krakatau Multi Center (KMC) di Medan, lokasinya sangat strategis. Tempat itu memiliki 19 ruangan yang digunakan untuk mengatur perjudian. Bersama dengan terdakwa Niko Prasetia, yang bertindak sebagai pemegang saham dan Eric William, yang bertindak sebagai pemimpin, Apin BK mengoperasikan situs web judi online. Apin mendapat keuntungan antara 20 juta dan 75 juta rupiah setiap bulan sebagai pemilik server judi yang menawarkan permainan slot, kasino, spot, dan permainan lainnya di internet kepada terdakwa Charles (yang belum ditangkap), Niko Prasetia, dan Eric William.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar