Fenomena bullying sering terjadi di lingkungan medis, terutama di kalangan dokter spesialis potensial. Dokter yang mempelajari kursus khusus sering ditanya tentang hal-hal aneh tentang orang seusia mereka.
Putri (bukan nama sebenarnya) juga menjadi salah satu korban bullying saat mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Doktor yang kuliah di Universitas Negeri Indonesia ini mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya kerap mendapat tekanan dari dosen dan konsultan.
“Setelah dapat (PPDS), mereka diundang ke sini. Kelompok yang diterima akan dimintai uang (besarnya tergantung diskusi dengan dosen). Uangnya antara 50 juta rupiah atau 75 juta rupiah untuk satu orang," kata Putri kepada CNBC Indonesia.
Selain itu, pihak-pihak tersebut mendorong peserta PPDS untuk membeli peralatan pelatihan dari rumah sakit untuk membantu proses pelatihan.
“Pokoknya, setiap warga baru (peserta PPDS) harus memberikan sesuatu. Pernah ada warga yang diminta untuk membeli kamera. Kameranya tidak murah, harganya Rp 40 juta, speaker pesan,” jelasnya.
Calon dokter spesialis juga harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan pribadi dosen. Mereka sering dimintai uang untuk membeli tiket pesawat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar