CALENDER

Sabtu, 12 Agustus 2023

Akhirnya Polri Ungkap Alasan Mengapa Kamboja Terkesan Menutupi Kasus Penjualan Ginjal WNI

 

Jual Ginjal Mansion89

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih menyelidiki penjualan ginjal seorang WNI di Kamboja. Namun, satu masalah adalah perbedaan persepsi hukum antara kedua negara.

 Divisi 5 Direktorat Tindak Pidana  Bareskrim Polri AKBP Aris Wibowo mengungkapkan ada tindakan yang jelas-jelas ilegal di Indonesia, namun dianggap sesuai undang-undang. Hal yang sama juga terjadi dalam kasus perdagangan ginjal ini, bahkan menurutnya pemerintah Kamboja seolah menutup-nutupinya.

 “Polri mencoba menghubungi KBRI dan meminta bantuan  KBRI Phnom Penh, untuk membantu pemerintah Kamboja dalam upaya penyelidikannya,” kata Aris Wibowo dalam diskusi panel Diskusi TIP di KBRI Jakarta. , Jumat (28 Juli 2023). Mengenai penjualan ginjal, Aris mencontohkan banyak melanggar  hukum Indonesia, seperti tindak pidana perdagangan manusia, serta undang-undang kesehatan.

 “Namun, karena di Kamboja, para korban ini menerima transplantasi organ di rumah sakit pemerintah Kamboja, mereka menganggap semua prosedur yang dilakukan legal, sehingga upaya investigasi terhadap polisi kami, bahkan polisinya, digagalkan. Dan kesan bahwa pemerintah Kamboja telah menutupinya dengan anggapan bahwa itu adalah sesuatu yang sah-sah saja," jelas Aris.

 Hal yang sama terjadi dalam kasus lain, seperti perjudian.

 “Di bidang perjudian online atau penipuan online, beberapa polisi atau sistem hukum di negara lain juga tidak menganggap ini sebagai kejahatan, seperti Kamboja  atau Myanmar sendiri,” kata Aris.  Kamboja akhirnya menyatakan perdagangan ginjal ilegal
Polisi telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam jaringan perdagangan ginjal  internasional.
Memperbesar
Polisi telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam jaringan perdagangan ginjal  internasional. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

 Pada Jumat malam, akal sehat muncul  antara Indonesia dan Kamboja.

 Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan informasi itu disampaikan oleh otoritas Kamboja, polisi Kamboja, termasuk tim Perdana Menteri Hun Sen.

 “Mengatakan itu juga ilegal di Kamboja. Ini hasil koordinasi kami  saat rombongan berangkat dari sana (ke Kamboja)," kata Kombes Hengki Haryadi, Jumat malam.

 Hengki mengatakan proses pelacakan pelaku akan lebih mudah setelah pemerintah Kamboja memberikan tanggapan tersebut. Artinya,  pelaku diketahui melanggar hukum atau melakukan tindak pidana di Indonesia dan Kamboja.

 “Tentu saja, jika kejahatan ganda lebih mudah, maka membawa tersangka dari Kamboja ke Indonesia adalah suatu keharusan,” katanya.

 Hengki mengatakan berita perdagangan ginjal telah disorot oleh media Kamboja. Menurutnya, tingkat kesulitan kasus kejahatan terorganisir transnasional (TOC) cukup tinggi. Jadi survei dilakukan terus menerus.

 “Berita itu cukup kuat dan menimbulkan kekhawatiran saat ini,” katanya.

 Badan kepolisian masih menyelidiki kasus perdagangan ginjal dengan jaringan internasional. Salah satu  yang masih diusir adalah Ms. Huang. Hengki menjelaskan, ada sejumlah karakter selain Ms. Huang yang masih diburu.

 Hengki menjelaskan penyidik ​​selalu berhubungan dengan Departemen Hubungan Internasional yang kemudian diteruskan ke Atase Pertahanan Kamboja. Menurut informasi terakhir, penyidik ​​yang mengirimkan data tersebut adalah para pelaku yang beroperasi di Kamboja.

 “Kami mengusulkan untuk berkoordinasi dengan kepolisian Kamboja untuk membantu penyusunan berkas, jika identitasnya jelas, berkoordinasi dengan kami, jika warga negara Indonesia dapat memfasilitasi koordinasi untuk kami. Kami adalah petugas polisi, ”tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengapa Lionel Messi Berselebrasi Seperti Gaya Marvel?

  Miami - Lihat, Lionel Messi masih melakukan selebrasi ala superhero Marvel seperti Thor, Black Panther. dan baru-baru ini Spider-Man . A...